Cerpen Warna Nila





Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)

Lolos moderasi pada: 30 April 2022

Nila adalah salah satu warna dari tujuh warna pelangi setidaknya itulah yang Losya yakini setiap dia mengingat pelangi. Beberapa orang merasa Nila itu bukan warna dari pelangi sedangkan yang lain percaya nila itu adalah bagian dari warna pelangi.

Saat ini Losya sedang menulis sesuatu di buku catatanya hingga dirinya menerima surat dari sahabat sekaligus sepupunya yang sekarang sudah pergi dan tinggal bersama suaminya. Benar satu bulan yang lalu dia sudah menikah yang membuat Losya senang karena dia sudah menemukan kebahagiaannya sedangkan di lain sisi Losya merasa sedih karena sekarang dirinya harus berpisah dengan dia yang sekarang membuat Losya menjadi satu-satunya keluarga di rumah itu.

Losya sedang berpikir apa yang terjadi pada rumahnya saat dirinya harus menikah dan tinggal bersama suaminya meninggalkan rumah yang sudah lama ia tinggali dan menjadi bagian yang sangat penting dalam hidupnya. Rasanya campur aduk saat meninggalkan sesuatu yang benar-benar sudah menjadi bagian dari hidup.

Losya keluar dari rumahnya menuju ke kotak surat yang berada di depan rumahnya di dalam kotak itu Losya menerima surat setelah membacanya Losya kembali ke ruangannya kembali terduduk sembari memikirkan inspirasi Lukisan kali ini namun tetap saja sekeras apa pun dalam berpikir inspirasi tidak mudah datang yang membuat Losya hanya bisa menghelakan nafas lalu pergi dari ruangannya.

Keesokan harinya Losya pergi ke pasar untuk mencari cat lukisan hingga matanya memerhatikan sebuah kios dimana ada seorang wanita yang menjual sebuah pita, Losya berjalan kearahnya.

Baca Juga :  Cerpen Dunia Baru Adrian

“Pilihan yang bagus”
“Bukankah ini warna Nila?”
“Benar”
“Tapi warna ini terlihat seperti warna ungu”
“Benar, tapi mereka berbeda”
“Berbeda? Bagaimana bisa?”
“Walaupun memiliki kesamaan namun akan selalu ada perbedaan. Karena itulah warna Nila berbeda dengan warna ungu karena dia memiliki ciri khasnya sendiri”
“Aku beli”

Losya pamit lalu pergi dari pasar. Nampaknya kali ini Losya belajar bahwa memang di dunia ini semuanya diciptakan untuk bersama dengan beberapa perbedaan sebagai ciri khasnya tersendiri.

Beberapa hari kemudian Losya keluar dari gedung Arsni menunggu Kugi karena katanya Kugi ingin membawanya pergi untuk berkunjung ke sebuah teater. Saat sedang menunggu Losya mengeluarkan pita yang memiliki Warna Nila lalu memasangnya di rambutnya.

“Warna yang bagus”
“Tentu saja, seleraku bagus tahu”
Mereka berdua tertawa lalu segera pergi dari Arsni.

“Enam dari tujuh warna pelangi sudah selesai”

Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Blog / Facebook: lovinpluie

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 30 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Warna Nila merupakan cerita pendek karangan Shofa Nur Annisa Deas, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Muh Faddlan

Dara terbangun di atas dipan dari bambu. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah seorang kurcaci yang duduk di meja makan. Kepalanya nyeri bukan main, Dara tidak mampu mengingat apa




Oleh: Dhea CLP

Sepasang mata itu berkaca-kaca menatapku. Aku sudah menghancurkan satu lagi harapan dari orang-orang yang mengasihiku. Dia tidak menangis. Tatapan itu lebih seperti tatapan kecewa dan lelah. Mungkin ada sedikit


Baca Juga :  Cerpen Konspirasi



Oleh: Adnan Wahyudi

Labil. Tatkala angin sedang bergejolak ke sana-sini, semua yang disapanya bergerak mengikuti alur balapnya. Entah karena semangat, atau karena alasan lain, menjadi bergerak. Batu juga. Kata kisah orang-orang terdidik,




Oleh: Ashyira Hana Yhuki

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 malam ketika seorang gadis kecil berambut jagung masih terjaga di dalam kamarnya. Dengan lincah tangan mungilnya menorehkan coretan-coretan tinta berbagai warna yang meriah pada




Oleh: D. Agung S.

Tok… tok… tok…!! terdengar suara orang mengetuk pintu, Clark beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah pintu depan. Ketika ia membuka pintu, ia sedikit terkejut dengan kedatangan Therra adiknya,





“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan komentar