Cerpen Melawan Orang di Dunia Sosial

Cerpen oleh: Shofa Nur Annisa Deas
Kategori: Cerita Pendek Kehidupan, Cerita Pendek Keluarga
Moderasi lulus pada: 17 April 2022

Basis!! Saya tidak bisa membayangkan seseorang mengalami hal seperti itu segera setelah saya mengembalikan koran. Dunia ini tidak selalu baik terkadang dunia ini bisa berubah menjadi sangat buruk. Seperti dunia sosial, jika Anda ingin mengenal orang-orang, DUNIA SOSIAL SUKA MENJADI HAKIM DAN MENGHAKIMI. Karena manusia diciptakan untuk memiliki standar dan penilaian sehingga mereka tahu mana yang benar dan mana yang salah, tetapi orang-orang di dunia sosial menurut saya adalah yang terburuk karena mereka memiliki standar dan penilaian yang tidak masuk akal. Terutama orang-orang di desa saya, kejadian dimana tetangga saya yang mendapat beasiswa ke luar negeri mendapat banyak hinaan seperti
Wanita tidak perlu SMA
Wanita tidak berhak
Tugas wanita adalah tetap di rumah
Wanita tidak perlu pintar tapi hanya perlu cantik
Bagaimana seorang wanita bisa menjadi hebat?

Rasanya seperti mendengar bahwa saya ingin bersikap kasar tetapi itu tidak mungkin karena ibu saya adalah salah satu dari orang-orang itu. Saya selalu menyarankan ibu saya untuk tidak melakukan hal yang sama karena itu semua pilihan pribadi. Selain itu di desa saya, saya pernah menjadikan seorang pria sebagai objek penghinaan seperti
Pintar gratis kalau tidak punya properti
Pria harus memiliki banyak kekayaan
SMA tapi tidak ada harta karun

Saya bertanya-tanya bagaimana orang-orang di desa hanya bisa melakukan penghinaan dalam hidup mereka daripada bekerja.

Beberapa bulan setelah lulus SMA saya mendapat beasiswa yang mau tidak mau saya akui kepada ibu saya dan saya tidak mengharapkan reaksinya.
“Bagus kau mendapatkannya”
“Mama tidak marah, bukan karena wanita tidak bisa sekolah tinggi”
“Dulu saya percaya, tetapi ketika saya melihat Anda mencoba melakukan sesuatu yang Anda sukai, saya tahu itu yang terbaik untuk Anda. Selain itu, Mama juga sedih mengingat di desa seorang gadis seusiamu harus menikah dan memiliki anak begitu cepat.”
“Maksudmu ibu?”
“Aku ingin hidupmu hanya sekali jadi nikmatilah, mulailah dari menikmati masa mudamu karena ketika waktu itu telah berlalu kamu sudah memiliki sesuatu yang baik untuk hari tuamu nanti”
“Terima kasih Ibu”

Baca Juga :  Cerpen Lebih Baik

Setelah percakapan itu saya tetap mengambil beasiswa, saya tidak peduli bahkan jika tetangga saya menghina saya. Tapi ketika ada yang menghina ibuku aku melawan mereka meski begitu aku heran ibuku tidak melawan dan malah menasihati mereka tentang kehidupan.

Mungkin ini sedikit cerita saya MELAWAN SOSIAL DUNIA MANUSIA. Saya tidak memaksa mereka untuk merubah apa yang ingin saya sampaikan disini adalah bahwa HIDUP ADALAH PILIHAN DAN ANDA TIDAK BISA MENGENDALIKAN ORANG DALAM MEMILIH PILIHAN MEREKA SENDIRI. LALU KELOLA DAN NIKMATI HIDUP ANDA SENDIRI

Cerpen oleh: Shofa Nur Annisa Deas
Blog / Facebook: lovinpluie
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca ceritanya. Perkenalkan namanya adalah Shofa Nur Annisa Deas. Saat ini dia sedang mencari kisah hidupnya karena menurutnya setiap kehidupan adalah cerita

Cerpen ini dimoderatori oleh Moderator N Cerpen pada tanggal 17 April 2022 dan dipublikasikan di website Cerpenmu.com


Cerpen Melawan Orang di Dunia Sosial adalah cerpen yang disusun Shofa Nur Annisa DeasAnda dapat mengunjungi halaman khusus penulis untuk membaca cerita pendek terbarunya.


“Apakah kamu menyukai cerita pendek ini? Silakan bagikan dengan teman-temanmu!”

Bagikan ke Facebook
Google+


“Baca Juga Cerpen Lainnya!”



Oleh: Aksan Lukman

Suara adzan Isya belum juga terdengar. Wajah Imran terlihat mengantuk, sesekali ia menguap. Adik laki-lakinya, Marwan duduk bersandar di tiang gubuk. Ayah dan ibu mereka meninggal setahun yang lalu. Setelah orang tua


Oleh: Kyla Zahra Winnetou

Halo! Nama saya Olivia Post Normania! Panggil saja saya Via. Saya memiliki rumah yang besar dan luas. Saya memiliki 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang keluarga,


Baca Juga :  Cerpen Pertemuan Aneh Seekor Tupai dengan Dua Alien

Oleh: Sanniucha Putri

Mereka bilang aku harus selalu tersenyum, apalagi pekerjaanku hanya badut. Menghibur anak-anak yang sedang merayakan ulang tahun atau sekedar untuk menenangkan air mata mereka. Kita tidak akan pernah tahu waktu


Oleh: Iis Nia Daniar

Seperti biasa, jalanan kota ini dari pukul 03.00 hingga 00.00 tak pernah mati, apalagi di malam hari. Simpang yang menuju Perumnas 3 selalu ramai lalu lintas, simpang ini entahlah


Oleh: Faddilatusolikah

Matahari masih enggan bersinar. Namun pagi ini saya harus memaksakan diri untuk melangkahkan kaki untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Udara dingin menyelimuti tubuhku yang mulai menggigil. Aku mengintip wajah





“Hai!, Apakah kamu suka membuat cerita pendek juga?”

“Kalau begitu… jangan lupa kirimkan cerita pendek kalian!, melalui halaman yang telah kami sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia telah datang untuk memeriahkan cerpenmu, lho, bagaimana denganmu?”


Tinggalkan komentar