Cerpen Aku Dilamar Pria Itu

Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa DeasKategori: Cerpen Cinta Romantis Lolos moderasi pada: 1 April 2022 Seumur hidup aku tidak pernah membayangkan kejadian seperti ini akan terjadi padaku. Pada hari ini seorang pria asing yang belum pernah aku lihat dalam hidupku tiba-tiba melamarku disaat ada acara kumpul keluargaku. Semua mata setiap … Baca Selengkapnya

Twilight Lover Yang Membenci Twilight

Cerpen oleh: Dinda DewiKategori: Cerita Pendek Keluarga, Cerita Pendek SedihModerasi lulus pada: 29 Maret 2022 Aku suka senja, tapi juga membencinya. Langit senja memang indah, namun keindahan itu tak ditunjang oleh kenangan indah. Setiap senja datang, aku selalu berteriak, “Kenapa saat itu, bertepatan dengan datangnya senja, kau mengambil orang yang kucintai?!” seolah menuntut kejelasan dari … Baca Selengkapnya

Cerpen Arjuna Tapa

Cerpen oleh: I Gede Ngurah SayogaKategori: Dongeng (Cerita Rakyat)Moderasi lulus pada: 29 Maret 2022 Selama pengasingannya, Arjuna melakukan tapa tapa di sebuah gunung bernama Gunung Indrakila. Di sana ia bermeditasi untuk meminta senjata jika terjadi pertumpahan darah antara Pandawa dan Korawa. Pada saat yang sama, para dewa juga berencana untuk mencari tuan para dewa untuk … Baca Selengkapnya

Cerpen Niwatakawaca Pralaya

Cerpen oleh: I Gede Ngurah SayogaKategori: Dongeng (Cerita Rakyat)Moderasi lulus pada: 29 Maret 2022 Dalam perjalanan kembali ke saudara-saudaranya, Arjuna bertemu dengan 2 pendekar Surga. Kedua pendekar surga itu kemudian memberikan Arjuna surat dari Bhatara Indra yang mengatakan bahwa para dewa sedang membutuhkan bantuan Arjuna. Arjuna bersedia membantu para dewa dan kemudian Arjuna dan 2 … Baca Selengkapnya

ayam karton

Cerpen oleh: RizsKategori: Cerita Pendek SedihModerasi lulus pada: 29 Maret 2022 Hari-hari berlalu, tahun-tahun berlalu, penantian fajar seorang pemuda 30 tahun akhirnya berakhir, hari ini ia dinyatakan bebas dari penjara. Memang hukuman 12 tahun, dipotong remisi, tidak sepadan dengan siksaan yang dilakukannya 8 tahun lalu, baginya lebih baik dipenjara, daripada menjadi beban keluarganya dan buruk … Baca Selengkapnya

Petualang Cerpen & Kakek Bijak

Cerpen: AyrayaKategori: Saran CerpenModerasi lulus pada: 29 Maret 2022 Dahulu kala, hiduplah seorang lelaki tua yang bijaksana di sebuah desa terpencil. Ia dikenal dengan panggilan “Aatreya” atau biasa dipanggil “Kakek” oleh masyarakat di desa NCO. Banyak orang di desa meminta solusi kepada kakek atas masalah yang mereka alami. Bahkan, ada beberapa orang dari luar desa … Baca Selengkapnya

Cerpen Melawan Keluarga Harapan

Cerpen oleh: Shofa Nur Annisa DeasKategori: Cerpen Keluarga, Cerpen RemajaModerasi lulus pada: 29 Maret 2022 “Pokoknya aku tidak mau”Aku pergi ke kamarku, aku merasa lelah setiap kali harus bertemu dan berdebat dengan Mama, aku tahu tujuannya adalah untuk membantuku tetapi sebagai remaja yang selalu mengalami emosi ada sesuatu dalam diriku yang selalu ingin melawan apa … Baca Selengkapnya

Cerita Pendek di Hari Raya Pandemi

Cerpen oleh: Cindy Cantika TrianaKategori: Cerpen Covid 19 (Corona), Cerpen Ramadhan, Cerpen SedihModerasi lulus pada: 29 Maret 2022 Setelah virus Covid-19 berhasil mengguncang dunia. Tidak ada lagi keramaian sejauh mata memandang. Semua orang menjaga jarak. Takut saja tertular virus yang cukup menakutkan. Tak terkecuali di Masjid Jami’ Baitul Izza. Masjid hijau terlihat sepi, hanya ada … Baca Selengkapnya

Cerpen Awan Menangis

Cerpen oleh: Shofa Nur Annisa DeasKategori: Cerpen RemajaModerasi lulus pada: 29 Maret 2022 Saat ini saya di kamar saya, melihat ke luar jendela sambil melakukan pekerjaan saya. Meja belajar saya terletak di dekat jendela kamar saya, tentu saja yang mengatur kamar saya adalah diri saya sendiri. Saya sendiri adalah orang yang menyukai langit, apalagi awan … Baca Selengkapnya

Cerpen Seniman Cincau

Cerpen: CantikaKategori: Cerpen Islam (Agama), Cerpen Pemuda, Cerpen Sepotong KehidupanModerasi lulus pada: 29 Maret 2022 Setelah virus Covid-19 berhasil mengguncang dunia. Pesantren AL-KAUTSAR tidak memulangkan santrinya. Semua santri harus tetap berada di gubuk sampai hari raya tiba. “Panas sekali,” teriakku dari luar masjid. Meski sudah sore, matahari seolah membakar tubuh. Berkali-kali aku melambaikan kipas kecil … Baca Selengkapnya