Cerpen Aku Bukan Skizofrenia





Cerpen Karangan: Nyayu Agustina Dewi
Kategori: Cerpen Cinta Sedih

Lolos moderasi pada: 13 May 2022

Namaku Kuro. Orang orang disekitarku biasa menyapa dengan sebutan Qu. Umurku genap 21 tahun di tahun ini. Aku mempunyai akun media sosial instagram dengan nama kecebong wae. Parasku rupawan sepintas mirip artis blateran Jepang-Indonesia. Semua wanita pasti terpikat jika tak mengetahui siapa aku sebenarnya.

Aku di sini di dalam sebuah ruangan kecil isolasi. Aku merasa asing dan ambigu sendiri, kenapa aku bisa berada disini?. Tempat ini penuh dengan arumbi aerosol yang menyesakkan indra penciuman. Hanya ada satu ranjang kecil seperti ranjang pensakitan disini. Apakah mungkin ini yang namanya rumah sakit?. Benakku terasa sakit karena penuh oleh lingkaran tanya. Aku terpaku melihat sebuah pintu yang tertutup dan berjeruji besi

Kalau memang ini rumah sakit, mengapa tak seorang pun menemaniku di sini?. Kenapa aku sendiri?. Aku sendirian dalam remang yang sesak dan pengap. Bisakah kursi dan jendela itu berbicara padaku?. Kugepalkan jemari tanganku dan kuhantamkan ke dinding putih itu sekuat tenaga. Tentu saja hal itu sangat mengganggu bum.. bum.. bunyi kepalan tangan yang memantul di dinding. Entah setan apa yang merasuki ragaku hingga amarahku memuncak, kesal dan asal.

Kulihat sebuah kaca jendela tertawa menyeringai hingga aku pun mehantamnya dengan sebuah bogem mentah. Praaankk.. tawanya mendadak lenyap dan ruangan itu senyap begitu juga dengan kaca itu. Ia pecah jatuh berserakan di sudut lantai keresahan ruangan ini. Namun, sebagian juga jatuh keluar yang buatku ikut terperanjat, aku memang di sebuah rumah sakit jiwa lantai 3. Tanganku berlumuran darah. Aku terjerebah lemah di lantai amarah.

Baca Juga :  Cerpen Jatuh (Bagian 1)

Bayanganku berkejaran mengulang peristiwa kemarin siang. Genangan darah ini mengingatkaku pada darah di kepala tuan Gan. Tuan Gan begitu aku biasa menyapanya. Nama yang sangat cocok aku sematkan karena dia kakak kandungku dan tentu saja kami sama sama rupawan. Ia kakakku tapi, mengapa kemarin siang, ia menyerangku?. Aku menjadi beringas dan meraih gelas lalu kehempas hingga tepat mengenai sasaran jelas di kepala berimbas. Aku terhenyak koyak dan hampir pingsan dengan kejadian barusan. Tapi, sungguh diluar nalar dan tak bisa kukendalikan.

Seketika, rumah kami menjadi riuh. Semua orang berteriak ketakutan dan aku disergap tetangga seberang. Aku tak terlalu ingat apa yang terjadi kemudian, yang aku tahu, aku sekarang berada di sini sendirian.

Bunyi suara klik membuyarkan lamunanku yang mengembara. Pintu jeruji besi itu terbuka perlahan. Seorang perempuan cantik membawakan makanan kesukaan. Tapi, sayang ia tak datang sendirian. Di sampingnya berdiri perempuan berbalut pakaian putih seperti malaikat dengan baki terikat jarum dan obat. Dengan sigap dan cekatan malaikat putih membersihkan luka di tangan. Dan, perempuan cantik itu. Ia adalah ibuku yang kemarin aku sangat ingin bermanja dengannya.

Tapi, mengapa ia menolakku. Padahal, aku tak bisa melepaskan pelukkan itu. Entah kenapa bayangan wajah Ranie hadir di dalam dirimu ibu. Gadis manis yang dulu kucinta kini telah tiada. Karena tertabrak kereta tak beradab ketika menyeberang jalan di depan mata ini. Meski telah bertahun tetap tak bisa kulenyapkan luka di hati

Tapi, dasar tuan Gan gusar ia memukulku dengan ganggang sapu. Dan sekarang, aku diperlakukan seperti orang pesakitan. Mereka semua tidak mengerti naluriku. Aku tidak sakit. Alisku mengeryit dan mataku menyipit bukan bearti aku menggerang sakau. Aku hanya meradang dan hatiku teriris perih. Cintaku memang tak akan bisa kugapai

Baca Juga :  Cerpen Aghnal (Part 2)

Cerpen Karangan: Nyayu Agustina Dewi
Blog / Facebook: Nyayu
Nyayu Agustina Dewi Adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua putri remaja. ia mulai menyapa dunia maya lewat akun instagram nyayudewi682.

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 13 Mei 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Aku Bukan Skizofrenia merupakan cerita pendek karangan Nyayu Agustina Dewi, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: I Meldha Azzmy C.T

Suatu hari hujan turun dengan derasnya. aku duduk di kelas 7 SMP. aku bersekolah di salah satu sekolah favorit. Suatu hari tanpa terasa aku sudah lama menjadi anak kelas




Oleh: Tasya Aulya R.

Tak ada lagi kerlip di matamu. Tak ada lagi senyum penuh kehangatan di bibirmu. Dan tak ada lagi… Genggaman erat pemberi semangat darimu. Haruskah sekarang? Tak bisakah nanti? Saat




Oleh: Sari Mutiara

Khansa membuka kelopak matanya dan mendapati seorang lelaki ada dihadapannya. Sontak saja membuat matanya melebae sempurna, kala tersadar dirinya saat ini tengah berbaring di atas paha lelaki itu. Khansa




Oleh: Krisnhu Gita Pradini

Aku mencintaimu.. itulah perasaanku yang sesungguhnya padamu meskipun telah terlambat karena kau telah dimiliki seseorang aku pun juga telah dimiliki seseorang, tapi sungguh namamu tak bisa kuhapus dalam hatiku


Baca Juga :  Cerpen Saingan Berat (Part 2) Anak Malam



Oleh: Khakiki

Matahari senja menyinari tubuhnya, menciptakan bayangan memanjang tepat di belakangnya. Mengikuti langkahnya yang pelan. Pikirannya larut dalam lamunannya. Apapun yang dia lakukan terus saja membuatnya teringat, ingat akan sosoknya





“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan komentar